Cute Onion Club - Onion Head

template

24 April 2012

NO TITLE


TIGA BULAN

Ya, sudah tiga bulan ini aku terus melihatnya, memperhatikannya di sekitarku.
Aku sudah di sekolah ini selama 2 tahun dari tahun pertama aku masuk, dan baru di tahun keduaku ini. Aku menyadari ada yang menarik mataku untuk lebih ingin melihat yang kemudian menarik hatiku secara perlahan untuk lebih mengenal dan tahu lebih.

Aku bukan orang yang mudah penasaran atau tertarik terhadap seseorang, terhadap urusan orang lain atau hal lain semacam itu. Tapi dia berbeda, sungguh aku bingung untuk menjelaskan bagaimana caranya rasa penasaranku terhadapnya bisa membawaku duduk di bawah pohon seorang diri dan memandanginya yang sedang sibuk membaca buku di bangku taman sekolah.

Dia sendiri, selalu sendiri saat aku melihatnya. Apakah dia tidak punya teman? Apa dia jenis orang yang anti sosial atau semacamnya. Entahlah, aku tidak punya gambaran tentang apapun dan siapa dia, sampai saat ini, aku hanya tau namanya dan kelasnya. Selebihnya, apa aku tertarik lagi untuk mencari tahu? Aku bahkan membutuhkan waktu 2 bulan hanya untuk mengetahui semua itu. Aneh bukan? Kita satu sekolah, dan kita satu angkatan yang hanya terdiri dari 12 kelas setiap angkatan, tapi sulit untuk mengetahui siapa dia yang sudah membuatku penasaran.


Dia bukan gadis yang cantik ataupun menarik, seperti gadis yang sering aku lihat pada umumnya. Menurutku, dia anggun dan sederhana. Jenis kesederhanaan yang memanjakan mata saat kau melihatnya. Di balik kacamata itu, ada sepasang mata yang tidak pernah aku berani tatap secara langsung. Hanya bisa memandang, memandang dari jauh, secara sembunyi, tanpa ada orang yang tau.

Matahari siang ini, tertutup daun pohon di atasku yang menemaniku, masih melakukan hal yang sama, masih melihatnya. Senang saja hari ini bisa lebih lama aku melihatnya karena sekolah berakhir lebih awal. Saat ku lihat dia, dia tidak pulang tapi menuju taman, dan aku berakhir disini dalam keadaan seperti ini.

Aku masih melihatnya dan tiba-tiba, dia melihatku, memergokiku, matanya menunjukkan rasa aneh, tidak suka, dia menutup bukunya yang baru dibaca setengah halaman dan dia pergi meninggal taman, meninggalkanku dalam keadaan tertangkap basah. Sial! Semoga dia tidak berpikir aku orang aneh tukang menguntit orang atau semacamnya dan bisa dipastikan setelah ini, aku tidak akan bisa bebas untuk melihatnya.







Kulemparkan tasku ke atas kasur, kemudian kurebahkan tubuhku, memandang langit-langit kamarku yang dicat putih. Kemudian teringat olehku kejadian tadi, saat di sekolah. Sepertinya dia sudah tahu, jadi mungkin mulai sekarang aku tidak bisa secara diam-diam melihatnya, apa mungkin harus secara terang-terangan? Apa harus? Aku lebih suka melihatnya dari jauh, mengamati dari jauh, tanpa diketahui ataupun dicurigai. Tapi setelah kejadian tadi, apa mungkin dia tidak curiga, atau mungkin dia sudah tahu aku memperhatikannya sudah lama.



Tiba-tiba ponselku bergetar, ternyata ada sms, ada nama Nino disana. Nino sahabatku sejak SMP, tidak seperti aku, Nino cukup populer di sekolah, bagaimana tidak, prestasinya sebagai ketua OSIS, ketua tim basket sekolah sudah cukup untuk membantu mempopulerkan namanya ditambah dengan wajahnya yang tidak jelek, dan dari semua orang luar yang melihatnya, hanya aku sahabatnya yang tahu semua kepribadian yang dia miliki dan aku bersumpah jika aku wanita, aku tidak akan pernah sedikitpun naksir dia.



Nino mengajakku pergi, menghabiskan sabtu malam yang menyedihkan ini. Menyedihkan karena tertangkap basah siang tadi, menyedihkan karena aku yang bahkan belum pernah menyapanya namun meninggalkan kesan buruk pada gadis itu. Aku bingung bagaimana harus memulai, mungkin aku hanya akan berjalan mengikuti takdir yang akan membawaku dalam hal ini.




3 comments:

post your comment